Semangat dan Tekun Bekerja Jadi Kunci Suksesnya PMI
Dalam program studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo, sejumlah mahasiswa, kaprodi dan beberapa dosen melakukan Study Abroard Malaysia 2025 dalam kunjungan ini ada beberapa tujuan di antaranya di MSU (Management and Science University )kemudian Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia dan ke PMI (Persatuan Migran Indonesia) dalam Kunjungan ini bertujuan untuk memperluas wawasan,dalam kesempatan ini kami mencoba untuk ulas, sekaligus mengetauhi secara langsung kondisi real migran indonesia di sana,
Sebut saja namanya Dedek Monhandri, beliau asli medan , seorang bapak dengan umur 35 tahun,menaruh nasibnya untuk merantau ke negeri jiran (Malaysia) dalam wawancaranya beliau juga mengatakan sudah sekitra 5 tahun bekerja sebagai tenagan migran indonesia (di rumah makan) berawal dari susahnya mencari pekerjaan di negeri sendiri dengan kemampuan dan skill yang dimiliki , akhirnya Dedek memutuskan untuk menjadi tenaga migran di rumah makan malaysia, tentu dengan historis dari kawan- kawannya yang telah suskes di perantauan di antaranya di Malaysia.
Dedek juga mengungkapkan menjadi pekerja di malaysia sangatlah nyaman ,dari segi keamana sampai dengan sosial mesti tetap ada suka dukanya "Kuncinya adalah kemauan dan kerja keras”. Ketika kawan kita bisa sukses ,seharusnya kita juga bisa Ujarnya ," Saat ini Dedek menetap di Malaysia dan menjalani kehidupannya di sana beserta istrinya sedangkan orang tua tetap untuk tinggal di indonesia. Meski demikian Dedek tetap menyempatkan diri pulang ke kampung halaman biasanya 2 tahun sekali untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat.
Banyak pekerja migran memilih bekerja di rumah makan Malaysia karena faktor ekonomi, pendapatan di Malaysia jauh lebih besar dibandingkan jika bekerja di sektor serupa di Indonesia. Dengan gaji yang lebih baik, ia dapat mengirimkan uang untuk keluarga di kampung halamannya
Meski demikian, ada juga pengalaman positif yang mereka rasakan. Beberapa pekerja menyatakan bahwa mereka mendapatkan keterampilan baru dalam memasak, melayani pelanggan, dan mengelola dapur yang dapat menjadi bekal untuk masa depan. Ada pula rumah makan yang memberikan kesempatan bagi pekerja untuk naik jabatan jika menunjukkan dedikasi dan kerja keras.
![]() |
Dedek Monhandri |
Dalam wawancara ini ,Dedek menyampaikan kesan pesannya terhadap pejuang nafkah di perantauan,”dengan semangat dan juang yang keras ,maka keberhasilan pasti bisa kita raih, dan terus berbuat baik ,supaya tujuannya dalam mencari nafkah bisa tercapai demi masa depan keluarga dan anak”(ujar dedek) Beliau adalah contoh nyata bahwa semangat bekerja tidak terbatas oleh jarak dan waktu. Meski hidup sebagai pekerja migran, beliau tetap optimis untuk membuahkan hasil yang baik dengan propesi pekerjaan yang dia tekuni.
Sri Aningsih, Mahasiswa Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhamamdiyah Ponorog
Post a Comment for "Semangat dan Tekun Bekerja Jadi Kunci Suksesnya PMI"