32 Tahun Ibu Asal Blitar Mengadu Nasib di Malaysia
Ibu
Kismawari (63), Perempuan asal blitar sudah lebih dari 32 tahun mengadu
peruntungan di malaysia. Memulai pekerjaan sebagai pekerja pada 1993, ia
kini memiliki usaha sebagai toko kelontong, belau dulunya bersama suaminya awal
tahun 2021 suaminya meninggal di karenakan mempunyai penyakit dalam. Saat ini
beliau sebagai single fighter di Malaysia, beliau berasal dari blitar jawa
timur, beliau memiliki 3 anak laki-laki semuanya.
Ibu Kismawari Walaupun di tinggal suaminya dia tetap bekerja di Malaysia,
Alhamdulilah ibu Kismawati selama
bekerja di Malaysia sudah bisa menyukseskan anak-anaknya, ada yang kerja di
kelautan, PNS dan Menjadi dokter, Ibu Kismawari sudah di suruh berhentin
bekerja di Malaysia tetapi beliau tetap bersih kukuh untuk tetap bekerja di
Malaysia. Ibu Kismawati sudah di beliakan rumah dan tiap bulanya sudah di
berikan uang dari anaknya teapi tetap tidak mau, beliau lebih suka bekerja
walaupun ana-anaknya sudah bisa mencukupi dirinya.
Dengan pendapatan pendapatan anak-anaknya saat ini, Ibu Kismawati sebenarnya sudah tidak usah berkerja, tetapi beliau tetap pingin bekerja, ibu krismawati tidak mencari uang tetapi beliau mencari ketenangan dalam hatinya. ibu kirsmawati ini beliau sudah di minta untuk bias menetap atau tinggal di Malaysia sebagai warga negara tetapi beliau tidak mau tetap menjadi WNI saja walaupun beliau tetap mengurus Paspor dan visa beliau, beliau tetap cinta tanah kelahiran.
Usaha beliau sempat tutup selama 6 bulan, ibu krismawati beliau Haji di Makkah, ibu krismawari di sana berdoa bawasanya agar anaknya yang terakir ini bias segera menikah, Alhamdulilah Ibu Krismawari ini bulang ke Indonesia mendengan bawasanya anaknya minta restu untuk menikah, dengan doanya Seorang ibu yang sudah lama anaknya belum menikah dan akirnya menikah juga. Ibu krismawati akirnya kembali bekerja di Malaysia di toko kelontongnya walaupun sudah 6 bulan tutup pembili tidak pergi sengan dengan ibu krimawari pulang haji toko beliau semakin ramai. Dengan banyaknya bersedekah rejeki kita tidak akan putus ujar beliau.
Ariyandi Quliyawan, Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Post a Comment for "32 Tahun Ibu Asal Blitar Mengadu Nasib di Malaysia"